The Application of Problem-Based Learning in Islamic Religious Education to Enhance Students’ Critical Thinking Skills at Darul Khairat Islamic Boarding School, West Pasaman Regency
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dapat meningkatkan kemampuan santri dalam memahami, menganalisis, dan memecahkan permasalahan. Model Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada santri untuk aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran PAI, pelaksanaan model PBL, evaluasi yang dilakukan guru PAI, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Darul Khairat Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari guru PAI, kepala pondok, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan penerapan PBL dilakukan secara sistematis dan terarah, meliputi penyusunan modul ajar, penentuan tujuan dan materi pembelajaran, persiapan masalah kontekstual, media dan sumber belajar, pengorganisasian kelompok, perencanaan tahapan PBL, serta instrumen penilaian. Pelaksanaan PBL dilakukan melalui lima tahapan, yaitu orientasi santri terhadap masalah, pengorganisasian santri dalam kelompok belajar, penyelidikan dan pemecahan masalah, penyajian hasil diskusi, serta evaluasi dan refleksi pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, sedangkan santri terlibat aktif dalam memahami masalah, mencari informasi, berdiskusi, menentukan solusi, dan menyampaikan hasil. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap pemahaman materi, kemampuan pemecahan masalah, keaktifan, kerja sama, komunikasi, sikap, dan penerapan nilai-nilai Islam. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, keaktifan santri, sumber belajar, kerja sama santri, dan kesesuaian materi. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kurangnya keaktifan, keterbatasan waktu, keterbatasan sarana, dan kurangnya kerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, penerapan model PBL dalam pembelajaran PAI dapat memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan memahami, menganalisis, berdiskusi, mencari informasi, dan memecahkan masalah secara aktif dan kolaboratif.