Membedah Kontroversi Kurikulum Merdeka Sebuah Proses Perubahan untuk Meningkatkan Relevansi Pendidikan di Indonesia
Keywords:
Kontroversi, Kurikulum, RelevansiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Al-Hikmah Muncar, Banyuwangi, sebagai representasi sekolah dengan tantangan infrastruktur dan sosial yang khas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan utama. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi sumber, metode, dan pengamat untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama ketimpangan infrastruktur yang signifikan menghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara optimal, terutama dalam aspek pembelajaran digital. Kontribusi penting dari penelitian ini adalah memberikan gambaran empiris tentang tantangan dan peluang implementasi Kurikulum Merdeka di daerah tersebut, serta menyarankan perlunya dukungan infrastruktur dan keterlibatan orang tua secara aktif agar kebijakan kurikulum dapat diadopsi secara menyeluruh dan berkelanjutan.